[Sticky] Kewajiban Sebagai Wajib Pajak Luar Negeri  

   RSS

0

Pertanyaan ini diajukan melalui email oleh Ibu Indri.

Selamat pagi,

Perkenalkan, saya Indri, saya dan suami saat ini berdomisili di luar negeri. Saya mempunyai pertanyaan seputar kewajiban WPLN.

Sesuai peraturan pajak mengenai WPLN (PERDIRJEN-NOMOR-2-TAHUN-2009), disebutkan bahwa WPLN tidak berkewajiban untuk membayar pajak penghasilan dan tidak wajib mengisi SPT setiap tahun.

Yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. di pasal 3 disebutkan "Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pekerja lndonesia di Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri dan telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia"

    Bagaimana jika kami bekerja di negara yang bebas pajak seperti Arab, apakah peraturan tidak wajib membayar pajak di Indonesia dan tidak wajib mengisi SPT, juga berlaku bagi kami? karena kami tetap masuk sebagai kategori WPLN sebagaimana di terangkan di pasal sebelumnya.

  2. Dalam perkembangannya, selama kami berada di luar negri, kami berhasil menambah investasi berupa tanah dan emas (aset pasif, tidak disewakan) . Apakah kami wajib melaporkan pertambahan kekayaan tersebut melalui pelaporan pajak? (Terakhir kami mengisi SPT adalah tahun 2009 ketika kami masih belum menjadi WPLN).

 

Demikian pertanyaan dari saya.

 

Terima kasih.

Salam hormat,
Indri

This topic was modified 4 months ago by Konsultan Pajak
1 Answer
0

JAWABAN

di pasal 3 disebutkan "Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Pekerja lndonesia di Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 sehubungan dengan pekerjaannya di luar negeri dan telah dikenai pajak di luar negeri, tidak dikenai Pajak Penghasilan di Indonesia"

Bagaimana jika kami bekerja di negara yang bebas pajak seperti Arab, apakah peraturan tidak wajib membayar pajak di Indonesia dan tidak wajib mengisi SPT, juga berlaku bagi kami? karena kami tetap masuk sebagai kategori WPLN sebagaimana di terangkan di pasal sebelumnya.

+++

Penghasilan Ibu yang bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari tidak dikenakan sepanjang memiliki dokumen yang membuktikan bahwa Ibu penduduk di luar negeri. Perlu dikonfirmasi apakah NPWP Ibu masih aktif atau tidak. Jika NPWP masih aktif, tetap ada kewajiban melaporkan SPT. Atas penghasilan di LN tidak dilaporkan sebagai penghasilan dalam pelaporan SPT tersebut.

 

***

Dalam perkembangannya, selama kami berada di luar negri, kami berhasil menambah investasi berupa tanah dan emas (aset pasif, tidak disewakan) . Apakah kami wajib melaporkan pertambahan kekayaan tersebut melalui pelaporan pajak? (Terakhir kami mengisi SPT adalah tahun 2009 ketika kami masih belum menjadi WPLN).

+++

Sesuai jawaban No. 1, harta tetap dilaporkan dalam SPT jika NPWP masih aktif. Khusus WNI yang bekerja lebih dari 183 hari, agar tidak diwajibkan melaporkan SPT setiap tahunnya, Ibu dapat mengajukan permohonan NPWP Non Efektif kepada kantor pajak.

Share: