Mengidentifikasi Dampak Perpajakan Akibat Penerapan IFRS

Sebagaimana diketahui bahwa Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku di Indonesia, harus selaras dengan International Financial Reporting Standards (IFRS). Dalam rangka konvergensi dengan IFRS tersebut, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menargetkan bahwa pada awal tahun 2012 tidak terdapat lagi perbedaan mendasar antara PSAK (Peraturan Standar Akuntansi Keuangan) dengan IFRS dan standar baru tersebut sudah dapat diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Sebagai diketahui bahwa Laporan Keuangan sangat berkaitan erat dengan Peraturan Standar Akuntandi Keuangan (PSAK) yang berlaku di Indonesia. Sehingga sudah menjadi sebuah keharusan bagi setiap perusahaan di Indonesia mematuhi dan menggunakannya.

 

Waktu Pelaksanaan

  • Hari : Selasa, 21 Februari 2012
  • Waktu : Pukul 09.00 s.d 16.00
  • Tempat : Hotel Bumi Karsa-Bidakara, Pancoran – Jakarta Selatan

Adapun tujuan dari penerapan IFRS dalam penyusunan laporan keuangan suatu perusahaan adalah:

  • Memastikan bahwa laporan keuangan internal perusahaan mengandung informasi berkualitas tinggi;
  • Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan;
  • Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna; dan
  • Meningkatkan investasi.

Bagaimana Dampak Konvergensi PSAK Menuju IFRS Pada Akuntansi & Perpajakan di Indonesia?

Dapatkan jawaban tersebut pada workshop perpajakan yang Insya Allah akan diisi oleh pembicara yang sangat kompeten dan ahli pada bidang pajak, akuntansi, dan keuangan. Anda juga akan mendapatkan secara lengkap hasil penelitiannya di UGM (sebelum dibukukan) dampak perpajakan akibat penerapan IFRS di Indonesia.

Materi Workshop

1. Sekilas Tentang Konvergensi IFRS

  • Pengertian IFRS
  • Sekilas Tentang IASB
  • Ringkasan Standar Akuntansi di Dalam IFRS 2009
  • Latar Belakang Konvergensi IFRS
  • Manfaat Konvergensi ke IFRS
  • Dampak Konvergensi IFRS

2. Konvergensi IFRS oleh IAI

  • Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
  • Perbedaan Pokok Antara PSAK & IFRS
  • Tiga Pilar Standar Akuntansi di Indonesia
  • Road Map IFRS oleh IAI

3. Perbandingan PSAK & IFRS Serta Dampak Perpajakannya

  • Kerangka Dasar Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan (KDPPLK)
  • Unsur-unsur Dalam Laporan Posisi Keuangan/Neraca
  • Unsur Dalam Laporan Laba Rugi
  • Transaksi-transaksi Khusus

COURSE INSTRUCTORS

Prianto Budi Saptono adalah Konsultan pajak pemegang sertifikat Brevet C ini merupakan mahasiswa program MM UGM dan akuntan lulusan STAN Jakarta yang memiliki pemahaman sangat baik terhadap ketentuan perpajakan yang berlaku sehingga sering mendapat julukan “peraturan berjalan”. Penguasaan perpajakan yang dimilki membuatnya mampu menangani klien-klien dengan permasalahan bervariasi, baik perusahaan nasional maupun multinasional.

Prianto Budi Saptono memulai karir di bidang perpajakan dengan bekerja sebagai pemeriksa pajak selama beberapa tahun pada Direktorat Jenderal Pajak (atau DJP), Kementerian Keuangan. Selain itu, Prianto Budi Saptono pernah menjadi manajer konsultan pajak pada KAP Kanaka Puradiredja & Rekan (saat ini menjadi anggota Nexia International), serta direktur pada beberapa kantor konsultan pajak

Sebagai konsultan pajak, Prianto Budi Saptono juga aktif menjadi pembicara pada berbagai pelatihan dan seminar perpajakan dan akuntansi, termasuk pelatihan perpajakan yang diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Beberapa institusi swasta dan pemerintah, termasuk Ditjen Pajak, sering memintanya untuk menjadi nara sumber. Penyampaian materi yang mudah dipahami dengan ilustrasi-ilustrasi sederhana dan sesuai kasus-kasus nyata dan peraturan terkait menjadikannya sering mengisi lokakarya di berbagai kesempatan di beberapa kota besar seperti Banda Aceh, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Pontianak, Balikpapan, Manado, Makasar, Kupang, dan Jayapura. Topik-topik akuntansi dan perpajakan, termasuk standar akuntansi sesuai IFRS (International Financial Reporting Standards), membuatnya sangat paham dalam mengombinasikan tax planning dan creative accounting. lainnya (PT Partner Utama Konsultan).

Sertifikat konsultan pajak tingkat C diperoleh Prianto Budi Saptono pada tahun 2003 dan kini ia telah mengantongi izin konsultan pajak dari Direktorat Jenderal Pajak dan izin kuasa hukum dari Pengadilan Pajak. Ia menyelesaikan pendidikan akuntannya dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta. Dalam waktu dekat ia akan menyelesaikan program MBA-nya di Universitas Gajah Mada.

Sebelum mendirikan PT. Pratama Indomitra Konsultan dengan jabatan sebagai direktur, pengalaman pajaknya dimulai saat menjadi pemeriksa pajak di Ditjen Pajak dan auditor di kantor akuntan publik.

Investasi

Dengan investasi sebesar Rp4.494.000 Rp2.000.000,00 Rp.1.599.000,00

Ya, hanya dengan Rp2.000.000,00 per orang Anda akan belajar dari yang terbaik dan langsung belajar dari pakar yang sudah berpengalaman. Untuk pemesanan tiket peserta silahkan hubungi kami.

Anda juga akan mendapat Fasilitas VIP sebagai berikut ini:

  • Makalah
  • Sertifikat Peserta Workshop
  • 2x coffe break,
  • 1x lunch
  • doorprize menarik

Info Pembayaran

Transfer biaya investasi Anda ke Rekening 166.2715900 BCA KCP Cimanggis a.n. PT. Pratama Indomitra Konsultan sebelum pelaksanaan workshop.

Dana yang Anda keluarkan, sebanding dengan apa yang akan Anda dapatkan bahkan apa yang Anda dapatkan jauh lebih besar dari apa yang Anda keluarkan. Untuk pemesanan tiket workshop perpajakan ini silahkan hubungi kami: contact@pratamaindomitra.co.id

Alamat Kantor

Antam Office Park Tower B Lantai 8, Jl. T.B. Simatupang No.1, Tanjung Barat, Jakarta Selatan 12530 Indonesia
Phone (62-21) 2963.4945 | Email info@pratamaindomitra.co.id

"Workshop Perpajakan 2012"

Pratama Indomitra – Konsultan Pajak Indonesia


Pratama Indomitra’s consultants hold C certificate (the highest grade of tax consultant) and are registered tax consultants and licensed tax attorneys. A member of Kreston International | A global network of independent accounting firms.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *